Press "Enter" to skip to content

Puisi-Puisi Adi Prasatyo

URBANISASI

Kau tidur dan sarapan dengan piring tanah yang dingin
diintai angin yang menghembuskan bau badan penghuni rumah
Kau tunas keputusasaan yang tumbuh di desa
kemudian membesar di kota.
Terhina dan dikeruk hatinya oleh kerakusan, tapi bagi-Mu
menelan ludah sama seperti memakan bangkai keluarga sendiri
Kau adalah pembantu rumah tangga yang hilang dari perbincangan keluarga
Kau juga pengemis yang selalu diragukan kemiskinanya
bagi-Mu waktu sudah mati, tapi hidup terasa lama sekali.

2018

SOSIALISASI
Aku pernah melihat-Mu
apa Kau menulis puisi?
jika menulis puisi akan banyak wanita yang menyukai-Mu
sebab wanita berakhiran sama dengan kata
Kau suka kopi atau teh?
Kau harus suka antara keduanya. Sebab hidup
hanya manis atau pahit
jika hidup-Mu manis minumlah kopi atau teh pahit
begitu juga sebaliknya. Kau tahu kan maksudku?
uang ada di keduanya. Belilah. Aku menjual teh juga kopi
kau pilih saja, itu juga cocok untuk berlatih menuli puisi
kau kenal aku kan? Aku ini teman-Mu.
Kita berteman sejam yang lalu.

2018

D45AR B471N9AN

4kh1r-akhir ini kepal4ku dipenuhi 4n9k4
ini karena 4n9ka tiba-tiba berubah jadi kata
di jalanan, kendaraan, sekolahan, hutan, lautan
rumah, sawah, kawah dimana pun terdapat manusia
an9ka menjadi bahasa mereka, saat berjumpa
mereka tidak lagi saling menyapa
“Bagaimana kabarmu?” Tapi “Berapa angkamu?”
di tempat perjudian lebih parah lagi
cacian telah berubah jadi angka
mereka yang dicaci dengan angka menjadi sangat marah
melebihi biasanya.

Bahkan di sastra, angka-angka mampu menyudutkan bahasa
bahkan mempengaruhi lebih baik dari kata itu sendiri
sehingga orang-orang yang melihat angka sekian
akan menyimpulkan bahwa ini baik dan angka sekian buruk
angka menjadi maha kuasa dan kata
hanya hiasan yang maha kuasa.

2018

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *